Menyusuri Jejak Budaya di Samabumi: Antara Semangat Jelajah dan Sambutan Hangat


Usai sesi koordinasi resmi bersama perangkat desa dan peninjauan lokasi posko, tim KKN MMK Desa Bumitirto – Kelompok 2 melanjutkan kegiatan pada Kamis (10/07/2025) dengan jelajah wilayah desa, dipandu langsung oleh istri Sekretaris Desa. Tujuan dari kegiatan ini adalah mengenal langsung karakter geografis dan sosial masyarakat, serta menggali potensi yang bisa dikembangkan selama masa pengabdian.

Langkah kaki kami membawa rombongan menuju Dusun Samabumi, salah satu dari empat dusun di Desa Bumitirto. Kami berhenti di area tugu selamat datang yang menjadi gerbang ikonik Dusun Samabumi. Di titik ini pula kami menyempatkan diri untuk mengabadikan momen kebersamaan pertama di lapangan secara lengkap.


Mahasiswa KKN MMK UIN Walisongo Kelompok 2 berfoto di bawah gapuraselamat datang Dusun Samabumi, Desa Bumitirto, usai menjelajahi situs budaya dan kompleks pemakaman kuncen.
📸 Imam Syafii – Koordinator Divisi Kominfo

📍 Tugu bertuliskan “Dukuh Samabumi Desa Bumitirto” berdiri kokoh di bawah langit cerah Wonosobo, dikelilingi pemandangan hijau yang memanjakan mata. Di sinilah potret semangat dan kebersamaan tim kami diabadikan, lengkap dengan semilir angin pegunungan yang menjadi saksi awal langkah pengabdian.

Sebelum sampai di tugu ini, kami sempat diajak menengok salah satu kompleks pemakaman kuno yang oleh masyarakat dikenal dengan nama Pemakaman Kuncen. Lokasi ini berada tidak jauh dari tugu, tersembunyi di antara jalan kecil dan pepohonan. Menurut keterangan warga, makam-makam tersebut dipercaya sudah ada sejak era Majapahit, meski belum terdapat catatan resmi terkait asal-usul para tokoh yang dimakamkan di sana.

Suasana khidmat sangat terasa saat menyusuri lokasi tersebut. Rasa kagum kami bertambah saat mengetahui bahwa masyarakat sekitar sangat menjunjung nilai-nilai adat dan menjaga keberadaan tempat-tempat sakral tersebut dengan penuh hormat.

Saat tiba di lokasi tugu, Ibu Sekdes yang mendampingi kami sejak awal memberikan penjelasan dan kesan tersendiri:

“Tugu ini menjadi pintu gerbang utama masuk ke Dusun Samabumi. Setiap orang yang datang ke dusun ini pasti melewati sini. Jadi, tempat ini punya makna khusus bagi warga, sebagai simbol penyambutan dan batas awal wilayah.”

Kegiatan hari itu tidak hanya memperluas wawasan kami tentang desa, tetapi juga memperkuat hubungan awal antara mahasiswa dan warga. Interaksi langsung dengan lingkungan nyata ini menjadi bekal awal kami untuk menyusun program kerja yang benar-benar kontekstual, responsif, dan berkelanjutan.

Dengan satu bidikan kamera dan banyak cerita dalam langkah, jelajah desa pertama ini menjadi titik awal kebersamaan, eksplorasi, dan harapan.

Penulis : Imam Syafii
Divisi Kominfo - KKN MMK Desa Bumitirto

Komentar