KKN MMK Desa Bumitirto Mulai Pelaksanaan dengan Survey Lokasi dan Koordinasi Awal

Mahasiswa KKN MMK UIN Walisongo Kelompok 2 berfoto bersama perangkat Desa Bumitirto usai koordinasi awal.
📸 Imam Syafii – Koordinator Divisi Kominfo


Wonosobo, 10 Juli 2025
— Mahasiswa Kelompok 2 KKN MMK (Mandiri Misi Khusus) UIN Walisongo Semarang melaksanakan survey lokasi dan koordinasi awal di Desa Bumitirto, Kecamatan Selomerto, Kabupaten Wonosobo, pada Kamis (10/7/2025). Kegiatan ini merupakan tahap awal pelaksanaan program pengabdian masyarakat yang akan berlangsung selama 45 hari.

Survey lokasi diawali dengan pertemuan resmi di Balai Desa Bumitirto yang dihadiri oleh Sekretaris Desa, Bapak Eko Saryono, bersama perangkat desa lainnya. Dalam pertemuan tersebut, mahasiswa memperkenalkan diri, menyampaikan rencana program kerja, serta mendengarkan arahan dan informasi dari pihak desa.

Sekdes Eko Saryono menyampaikan bahwa desa sebelumnya telah menerima mahasiswa KKN dari beberapa perguruan tinggi lain, termasuk dari Unsiq (Universitas Sains Al-Qur’an) Wonosobo. Ia mengapresiasi keberadaan mahasiswa, namun memberi catatan agar program-program yang dijalankan benar-benar berkelanjutan. “Untuk KKN sebelumnya dari Unsiq itu ada pojok literasi, tapi hypenya hanya saat KKN saja. Mungkin kalau dari UIN Walisongo punya program serupa, bisa disesuaikan agar dampaknya lebih panjang,” ujarnya.

Sekdes juga menyampaikan bahwa kegiatan masyarakat paling banyak berlangsung di Dusun Bakungan dan Dusun Samabumi, termasuk agenda terdekat yang akan dilaksanakan oleh warga. “Tanggal 16 nanti ada pentas seni anak-anak dan remaja di Samabumi. Di Bakungan juga akan ada kerja bakti dan cek kesehatan Posyandu. Untuk Posyandu sendiri biasanya digelar tiga kali dalam sebulan. Namun, untuk tahun ini desa belum merencanakan acara peringatan 17 Agustus,” jelasnya.

Setelah sesi audiensi, mahasiswa diarahkan untuk meninjau lokasi posko, yang nantinya akan digunakan sebagai tempat tinggal sekaligus pusat kegiatan selama program berlangsung. Lokasi posko berada tidak jauh dari balai desa, memudahkan koordinasi dan akses ke masyarakat.

Selanjutnya, mahasiswa melanjutkan kegiatan survey lapangan dan jelajah desa, dipandu oleh istri Sekdes. Mereka diperkenalkan langsung dengan kondisi sosial, geografis, serta potensi desa.

Desa Bumitirto terdiri dari empat dusun, yaitu Samabumi, Petir, Sirata, dan Bakungan. Desa ini dikenal memiliki potensi dalam bidang pertanian dan perikanan, serta memiliki kekayaan nilai budaya dan spiritual yang dijaga secara turun-temurun. Salah satu titik penting yang dikunjungi adalah Kompleks Pemakaman Kuncen, yang diyakini sebagai makam tokoh-tokoh masa lalu, meski identitas historisnya belum diketahui secara pasti.

Koordinator Desa KKN MMK Bumitirto, Gantar Rizky, menyampaikan kesan awal yang positif terhadap sambutan masyarakat dan kondisi desa. “Meskipun baru sebatas koordinasi awal dan survei lokasi, kesan pertama yang datang dari desa ini sangat positif. Semua warga termasuk struktural desa sangat ramah dan terbuka terhadap kehadiran kami,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa masyarakat sangat terbuka terhadap kolaborasi kegiatan dan tetap menjunjung nilai-nilai budaya lokal.

Kegiatan KKN MMK Desa Bumitirto tahun ini mengusung tema:
“Pemberdayaan Masyarakat untuk Pengembangan Sumber Daya Lokal Berkelanjutan”,
dengan tagline:
“Pemberdayaan Masyarakat Berkelanjutan”
(#SustainableCommunityEmpowerment)

Melalui tahapan awal ini, mahasiswa diharapkan dapat menyusun dan melaksanakan program kerja yang kontekstual, berkelanjutan, dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat Desa Bumitirto.


Reporter: Imam Syafii
Divisi Kominfo – KKN MMK Desa Bumitirto

Komentar

Posting Komentar